Edukasi Manasik Haji Sekolah Tahfiz Mutiara Umat Pelaihari

Menyaksikan antusiasme anak-anak Sekolah Tahfiz Plus Mutiara Umat kota Pelaihari acara manasik haji beberapa waktu lalu,memang mengharukan sekaligus memberikan aura positif kepada perkembangan anak-anak usia dini.  Terlihat  dari semangat orang tua murid yang hadir menemani anak-anaknya yang rata-rata berusia 4-5 tahun ini mengikuti pembelajaran salah satu Rukun Islam ini.

Kegiatan yang diselenggarakan dengan rangkaian Thawaf mengelilingi Kabah dan Hajar Aswadnya, Sa’i dan Lempar Jum’rah ini memang wajib diperkenalkan kepada para anak-anak usia dini ini agar menjadi bekal iman untuk masa depannya. Ada benarnya pepatah yang mengatakan mendidik anak secara keras dan disiplin di saat kecil  ibarat mengukir diatas batu, sesuatu yang akan membekas kedalam memori mereka, apalagi usia anak-anak di rentang waktu paud taman kanak-kanak termasuk usia emas. Manasik Haji bagi mereka yang akan melakukan ibadah haji atau umroh merupakan latihan membaca doa bagi para calon haji setiap thawaf, sa’i, dan lempar jumrah. Kegiatan yang bagi sebagian kalangan seperti aneh ini ada tuntunan ritualnya. Secara umum Thawaf mengelilingi Kabah adalah wujud penyembahan dan penghormatan kepada Allah SWT, Sa’i ibarat melakukan kegiatan lari-lari kecil yang dilakukan istri Nabi Ibrahim dalam mencari air antara bukit Shafa dan Marwah. Sedangkan lempar jum’rah ibaratnya kita melempar batu kerikil kecil kepada dinding yang dianggap sebagai perwujudan setan penganggu manusia yang harus dihindari dan dilawan. Para anak-anak kecil yang lucu ini dibiasakan berpakaian ihram sedang bagi yang wanita mengenakan baju kurung berwarna putih. Selaku pembimbing acara manasik haji ini adalah Ustadz H. Abu faqih yang memberikan panduan dan pembelajaran bagi anak-anak dan para wali murid.

Seluruh aspek psikologi anak akan tersentuh, karena praktek manasik tersebut dilakukan dengan aktivitas fisik anak dengan secara urut dan teratur , aktivitas kognitif anak terstimulasi(terangsang) dalam bentuk mendengarkan, menghafal dan mengerti doa-doa serta urutannya, aktivitas sosial-afektif akan dipelajari dalam bentuk beraktivitas bersama-sama dengan teman-temannya dan berlatih untuk menerima aturan permainan, berlatih untuk mematuhi aturan-aturan yang diinformasikan pembimbing dan guru, berlatih untuk memenuhi harapan orang lain dengan bertingkah-laku tertib dan berlatih tanggung-jawab, berlatih bersikap peka terhadap sekitar seperti taat, tertib, membagi, berkorban  dan sebagainya yang akan memacu sosialisasi anak. Dalam manasik, anak akan mengenal nilai-nilai moral dan agama, anak akan mendapatkan pengalaman tentang perilaku-perilaku yang boleh dan yang tidak boleh dia lakukan sesuai ajaran Islam.

Pertanyaannya apakah kegiatan pendidikan agama yang diajarkan di sekolah dapat membentuk ketaqwaan kepada pribadi anak-anak ini ketika besar? Jawabannya tergantung dari pendidikan yang diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Oleh sebab itu dalam pendidikan yang diterapkan oleh Sekolah Tahfiz Plus Mutiara Umat Pelaihari adalah pendidikan berbasis aqidah islam dengan pola home schooling yaitu mensinkronkan pembelajaran disekolah juga dilakukan dirumah karena waktu disekolah sangat terbatas jadi efektivitasnya tergantung kepada keluarga yang menjadikan kebiasaan anak-anak dirumahnya.

Sekolah Tahfiz Plus Mutiara Umat Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Prov.Kalimantan Selatan“ Mewujudkan generasi terbaik (khairu Ummah), berjiwa pemimpin, serta Pembangun peradaban Islam yang Mulia”.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *