PRAJURIT MARINIR BANTU KORBAN BENCANA GEMPA DI PALU

Jakarta- Mercusuar,- TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali akan memberangkatkan 100 orang Prajurit Marinir dari Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal), Surabaya. Mereka akan diberangkatkan dengan menggunakan KRI Surabaya-591 menuju Kota Palu Sulawesi Tengah, Rabu (3/10) dari Pelabuhan Ujung, Koarmada II, Surabaya.

Seratus Prajurit Marinir ini akan bergabung dengan 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Yonzipur-17 dan 1 SSK Denzipur-8 Kodam 6 Mulawarman beserta alat perlengkapan yang akan diembarkasi di Banjarmasin dan Balikpapan selanjutnya menuju Kota Palu dan direncanakan akan tiba di lokasi pada 8 Oktober 2018 mendatang.

Sebelumnya, Prajurit Marinir dari Yonmarhanlan VI Makassar dibawah pimpinan Danyonmarhanlan VI Makassar Letkol Marinir lmron Safei S.E., M.Tr. (Hanla)., sebagai Komandan Satgas telah bergabung dengan Prajurit Lantamal VI Makassar lainnya, untuk melaksanakan misi kemanusiaan, membantu korban gempa dan tsunami di  Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dengan membawa bekal sembako, tenaga medis dan juga ambulance agar dapat dengan segera membantu korban gempa dan tsunami. Para Prajurit Marinir ini Iangsung melaksanakan kegiatan pencarian korban yang dilaporkan hilang oleh keluarganya dan melaksanakan evakuasi korban yang tertimpa reruntuhan bangunan Universitas Tadulako dan berbagai lokasi lainnya.

Demikian juga 1 SSK Prajurit Marinir dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) V dibawah pimpinan Komandan Yonmarhanlan V Surabaya Letkol Marinir Endrawan Rahmania.,M.Tr. Hanla., telah bergabung dengan Prajurit Lantamal V Surabaya yang diberangkatkan oleh Karumkit Dr. Ramelan Surabaya Laksamana dr. I. D. G. Nalendra I, Sp,BTKV., sebagai Dansatgas, dengan menggunakan pesawat Hercules TNI AU.

Memasuki hari kelima pasca gempa, Prajurit Marinir yang tegabung dalam Satgas PRCB melaksanakan pembersihan dan penyiapan perlengkapan evakuasi serta membantu penyiapan Dermaga Pantoloan untuk tempat bersandarnya KRI Makasar-590, disamping itu melaksanakan evakuasi korban diseputaran Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah. Sementara Batalyon Kesehatan melaksanakan kegiatan penanganan korban gempa dan tsunami.  (Ask)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *