TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangka Selatan Helen Sukendi memanggil tiga staf pegawai yang joget dan viral di salah satu akun Media sosial Tik tok pada Senin(22/9).
“Tadi sudah saya panggil ketiganya itu,untuk dimintai keterangan,”kata dia ketika dikonfirmasi wartawan,Senin(22/9) malam.
Disampaikannya berdasarkan pengakuan dari mereka,aksi itu dilakukan setelah pulang kerja namun masih mengunakan seragam kerja di salah satu ruangan area RSUD.
“Aksi itu dilakukan setelah pulang kerja,”kata Helen.
Dirinya mengakui bahwa aksi itu bisa dikatakan salah karena dilakukan di salah satu ruangan Rumah Sakit dan masih mengunakan seragam PNS namun mereka sudah ditegur.
“Tadi sudah ditegur dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan itu,”ujarnya.
Sementara itu salah satu masyarakat Toboali Sidi mengatakan aksi itu merupakan dampak dari pimpinan yang hobi joget-joget di akun Media sosial seperti Tik Tok.
“Jadi otomatis jajarannya juga ikut joget-joget tanpa menghiraukan kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit,”katanya.
Ia menilai aksi itu sangat tidak terpuji karena kondisi Bangka Selatan sedang tidak baik-baik saja dengan tingginya angka kemiskinan dan meningkatnya angka pengangguran.
“Tadi BPS sudah merilis bahwa daerah Bangka Selatan angka kemiskinan naik hampir lima persen ditambah dengan meningkatnya angka pengangguran,sebaiknya aksi joget-joget ini dihentikan,”ungkapnya.(Tim Mr).

