TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Sejumlah masyarakat Toboali Kabupaten Bangka Selatan berharap kasus mafia tanah di Kecamatan Lepar Pongok yang menjerat Bupati dan pejabat di daerah setempat jadi pelajaran bagi para ASN yang menjabat saat ini.
Dalam kasus mafia tanah di Kecamatan Lepar Pongok,pihak Kejaksaan Negeri Bangka Selatan sudah menetapkan empat orang pelaku mulai dari Bupati hingga pejabat tehnis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.
“Semoga kasus ini dapat menjadi contoh dan pelajaran bagi para pejabat di Bumi Junjung Besaoh yang saat ini sedang menjabat,”harap salah satu masyarakat Toboali Hamsan kepada wartawan di Toboali,Kamis(8/1).
Disampaikannya dengan adanya penetapan tersangka oleh pihak Kejari membuat reputasi daerah ini menjadi buruk hal ini akan berdampak sangat besar bagi pembangunan daerah.
“Kasus ini menjadi reputasi buruk bagi daerah kami,”katanya.
Senada dengan Aisyah warga Toboali yang lain mengatakan ada beberapa dampak akibat kasus ini selain dampak negatif bisa juga dampak positip.
“Negatip yang itu tadi,reputasi buruk daerah sedangkan positipnya para pejabat akan berhati-hati dalam menjalankan tugas atau perintah dari pimpinan,”katanya.
Ia mengatakan tiga dari aparatur sipil yang ditetapkan tersangka itu adalah menjalankan tugas dan arahan serta saran dari kepala daerah yang tentu harus dilaksanakan.
“Oleh sebab itu kepada ASN apabila mendapat perintah atau tugas dari Kepala daerah yang berpotensi melanggar hukum sebaiknya jangan dikerjakan,”sarannya.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan pada Kamis,(8/1) secara resmi menetapkan dua tersangka baru dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penerbitan legalitas lahan negara di Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan.
Sebelumnya pihak Kejari Kabupaten Bangka Selatan telah menetapkan Bupati Bangka Selatan JN dan Camat Kecamatan Lepar Pongok DK menjadi tersangka pada Kamis(11/12) Tahun 2025 lalu.(Tim Mr).

