Dua Tahun Berturut Target PAD Bangka Selatan Tidak Tercapai

Screenshot 20260804 130416 Qwen

TOBOALI,MERCUSUAR.NET,- Dua tahun berturut-turut sejak 2024 hingga 2025 target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangka Selatan tidak tercapai hingga menimbulkan beragam opini publik di daerah setempat.

“Berdasarkan data realisasi anggaran, PAD Kabupaten Bangka Selatan pada Tahun Anggaran 2024 hanya mencapai Rp42,59 miliar atau 51,06 persen dari target Rp83,41 miliar,”kata salah satu masyarakat Toboali Aisah kepada wartawan di Toboali,Selasa(4/8).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut dia katakan Tahun Anggaran 2025, pemerintah kembali menaikkan target PAD menjadi Rp100,7 miliar namun hingga akhir tahun, realisasinya tercatat hanya Rp96,36 miliar.

“Atau sekitar 90 persen dan menunjukan bahwa target kembali tidak tercapai,”katanya.

Menurutnya tahun 2026 ini juga nampaknya target PAD kembali tidak tercapai karena salah satu sumber pendapatan tidak bisa berfungsi lagi seperti pelabuhan Sadai.

“Kerusakan pelabuhan Sadai itu menjadi salah satu faktor penyebab PAD 2026 ini kemungkinan tidak tercapai,”ujarnya.

Ia mengatakan kalau dibandingkan dengan Kabupaten lain target PAD Bangka Selatan Tahun 2026 ini hanya Rp.113,23 M dengan realisasi hanya sekitar Rp. 56,13 M akhir Juli ini selain itu juga penetapan target sangat jauh berbeda nilainya dari Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka.

“Sedangkan Bangka Tengah targetnya sebesar Rp.138,97 M dengan realisasi Rp 77,56 M dan Bangka Rp 235,22 M dengan realisasi saat ini sudah mencapai Rp 135 miliar,begitu juga dengan Kabupaten Belitung dengan target PAD Rp. 197,57 dengan realisasi sebesar Rp. 117,75 M akhir Juli ini,” kata dia.

Dirinya berharap penetapan target PAD seharusnya disertai strategi yang matang agar tidak sekadar menjadi angka dalam dokumen anggaran.

“Semoga Pemda Bangka Selatan dapat membuka secara transparan penyebab utama tidak tercapainya target tersebut serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk memperbaiki kinerja,”harapnya.

Sementara itu Kepala Badan Keuangan Daerah Bangka Selatan Arianto belum memberikan keterangan dan tanggapan ketika dikonfirmasi wartawan untuk asas keberimbangan hingga berita ini diterbitkan. (Tim Mr).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *