TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Bangka Selatan Rianto mengakui saat ini kas daerah masih kosong karena banyak dana belum masuk salah satu yaitu Dana Bagi Hasil atau DBH.
“Dana belum masuk, jadi kas kosong,”ujar Arianto saat dikonfirmasi wartawan mengenai ketersediaan dana di Kas Daerah Bangka Selatan.
Belum cairnya sejumlah dana transfer tersebut membuat ruang fiskal pemerintah daerah menjadi sangat terbatas. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak terhadap kelancaran penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat, hingga pelaksanaan berbagai program pembangunan.
Salah seorang warga Toboali Anwar menilai kosongnya kas daerah bukan persoalan yang bisa dianggap sepele dan berpotensi menghambat pelayanan publik serta memperlambat pembangunan yang menjadi harapan masyarakat.
“Kalau kas daerah kosong, tentu pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan bisa terganggu.Kami berharap pemerintah segera mencari solusi agar kondisi ini tidak berlarut-larut,” katanya.
Ia mengatakan kosongnya kas daerah menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat, apakah karena dana transfer lambat atau pegawai Bakuda yang salah dalam mengelola anggaran itu.
“Ada banyak dugaan,bisa karena Bakuda salah dalam mengelola dan merencanakan anggaran atau pusat yang lamban melakukan transfer ke daerah ini,”ujarnya.
Dirinya berharap pemerintah daerah dapat segera memastikan masuknya dana transfer yang menjadi hak daerah sehingga aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan dapat kembali berjalan normal.
“Semoga dalam waktu dekat kas daerah Bumi Beribu Pesona ini segera masuk,”harapnya. (Tim Mr).






