TOBOALI,MERCUSUAR.NET,- Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Kabupaten Bangka Selatan Rianto mengatakan akan mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai dengan kesepakatan yang disepakati bersama pihak Legislatif daerah setempat.
“Akan kita kejar sesuai dengan target,”kata Rianto ketika dikonfirmasi wartawan di Toboali,Rabu(2/9).
Disampaikannya untuk target PAD pada rancangan APBD Perubahan 2026 ini ditetapkan sebesar Rp. 113 M pada APBD induk sedangkan dalam pembahasan di APBD Perubahan naik menjadi Rp.118 M.
“Perubahan itu terjadi pada Pajak Daerah yang sebelumnya hanya Rp.67 M naik menjadi Rp.69 M dan retribusi daerah naik sekitar Rp.800 juta kemudian hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dari Rp.5.801 M naik menjadi Rp.7.323 M lalu dari lain-lain yang sah naik dari sekitar Rp 800 juta,”kata dia.
Ketika disinggung langkah apa yang akan dilakukan untuk mengejar target PAD ini dirinya belum memberikan jawaban.
Sementara itu salah anggota Badan Anggaran DPRD Bangka Selatan Ali Muzakir mengatakan berdasarkan hasil telaah kawan-kawan di Badan Anggaran saat ini PAD baru mencapai 60 persen dari total yang telah ditetapkan.
“Dan tertinggal sekitar enam persen pada awal bulan September 2026 ini,”kata Ali.
Disampaikannya terkait dengan adanya penambahan target PAD sebesar enam miliar rupiah lebih itu membuat Bakuda Basel diminta bekerja ekstra keras.
“Target PAD 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 113 miliar menjadi Rp.118 miliar ini nampaknya kurang realistis, namun bukan mustahil”katanya
Menurut Ali pihak Bakuda harus bekerja dengan efektif dengan seluruh stakeholder guna mengejar target Pendapatan Asli Daerah ini agar tidak terjadi defisit di akhir tahun ini.
“Sebab bila tidak tercapai dampaknya sangat besar dan bisa menyebabkan segala kegiatan yang bersumber dari PAD bisa gagal bayar,”katanya.(Tim Mr).






