TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Pihak pengelola Wahana permainan Bianglala dan Rainbow Slide PT Mitra Abadi Kargotama di kawasan Simpang Lima Toboali Bangka Selatan mengakui alami kerugian saat mengelola wahana permainan itu.
“Selain pengunjung yang kurang,beberapa fasilitas pendukung kita juga yang bangun sehingga kita mengalami kerugian,”kata Penanggung jawab Lapangan PT Mitra Abadi Kargotama,Dona ketika dikonfirmasi wartawan di Toboali,Kamis(1/10).
Disampaikannya untuk jumlah pengunjung juga hanya ramai saat momen-momen tertentu sedangkan biaya operasional Bianglala jalan terus.
“Bianglala dan Rainbow Slide selalu operasi waktu itu sedangkan pengunjung yang ramai saat tertentu saja,”kata dia.
Menurut Dona untuk biaya listrik perbulan saja angkanya mencapai tujuh hingga delapan juta rupiah perbulan lalu ada biaya perawatan juga.
“Ditambah dengan gaji pegawai mulai dari kasir dan engenering hingga pemandu wahana permainan angkanya diperkirakan mencapai Rp 80 juta perbulan,”ujarnya.
Ia mengatakan untuk sewa
seluncuran pelangi (rainbow slide) di kawasan wisata Simpang Lime itu selama satu tahun yaitu sebesar Rp 774.258.000, per tahun.
“Kita buka juga tidak satu tahun full,”ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata,Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Selatan Evi Sastra mengatakan sudah dua kali mengirimkan surat tagihan kepada pihak pengelola.
“Untuk tagihan sudah kita layangkan surat sebanyak dua kali namun hingga sekarang belum ada pelunasan dari pihak pengelola Bianglala dan Rainbow Slide itu,”kata dia.
Dirinya berharap pihak pengelola segera melunasi tagihan itu sesuai dengan perjanjian sewa menyewa yang telah disepakati bersama sehingga dapat menambah PAD Bangka Selatan.
“Semoga dalam waktu dekat Pihak pengelola segera melunasi tagihan itu,”harapnya. (Tim Mr).






