SMAN 3 Jeriji Rubah Mode Belajar Karena Kabut Asap Kebakaran Lahan Sawit

IMG 20261014 WA0012

TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Desa Jeriji merubah mode belajar dari tatap muka menjadi belajar daring karena adanya kepungan asap akibat kebakaran lahan sawit beberapa waktu lalu.

“Kami hanya merubah mode belajar ke belajar daring disebabkan adanya kepungan asap dari kebakaran lahan sawit,”kata Kepala Sekolah SMA Jeriji Elya Rosda ketika dikonfirmasi wartawan di Toboali,Rabu(14/10).

Bacaan Lainnya

Disampaikannya proses belajar secara daring itu dilakukan selama tiga hari mulai Rabu(7/10) hingga jumat(9/10) lalu.

“Sekarang sudah normal kembali,”katanya.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Wilayah III Bangka Selatan Heru mengatakan berdasarkan data di lapangan memang ditemukan adanya kabut asap waktu itu.

“Kita sudah saling koordinasi dengan pihak sekolah SMAN 3 Desa Jeriji Toboali untuk merubah sistem belajar,”kata dia.

Ia mengatakan pada prinsipnya, pembelajaran tidak serta-merta diliburkan. Namun, apabila asap semakin tebal dan berdampak signifikan terhadap kesehatan serta keselamatan siswa dan warga sekolah, pembelajaran dapat dialihkan ke moda daring dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

“Keselamatan dan kesehatan siswa serta warga sekolah tetap menjadi prioritas,tanpa mengabaikan keberlangsungan proses pembelajaran,”katanya. (Tim Mr).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *