IJTI Babel Kutuk Kekerasan Terhadap Wartawan Di PT.PMM Bangka

Screenshot 20260307 221911 WhatsApp

SUNGAILIAT,MERCUSUAR.NET,-Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengutuk keras tindakan penganiayaan dan penyekapan terhadap jurnalis tvOne serta seorang wartawan media lokal yang sedang menjalankan tugas jurnalistik di lokasi gudang PT PMM Jalan Lintas Timur Desa Air Anyir Kabupaten Bangka pada Sabtu(7/3).

“Kami dari IJTI menilai tindakan kekerasan tersebut merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan ancaman terhadap keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugasnya di lapangan,”kata Sekretaris IJTI Babel Haryanto kepada wartawan,Sabtu(7/3) malam.

Ia mengatakan IJTI Pengda Bangka Belitung juga meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku, agar kejadian serupa tidak kembali terulang kembali.

“Serta memberikan rasa aman bagi para jurnalis saat menjalankan tugas peliputan selain itu juga IJTI akan mengawal kasus ini sampai tuntas,”katanya.

Peristiwa penganiayaan fisik terhadap dua wartawan itu terjadi saat mereka sedang melakukan liputan di salah satu smelter timah yang berada di gudang PT PMM di Jalan Lintas Timur Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka.

Mereka adalah Dedy Wahyudi (BERITAFAKTA.COM) dan Frendy Primadana (Kontributor TV One Bangka Belitung) dan Wahyu Kurniawan (SUARAPOS.COM).

Kejadian bermula saat tiga wartawan itu mendapatkan informasi tentang adanya anggota Satgas yang dikepung massa di sekitar lokasi gudang PT PMM.

Mendapat informasi itu, wartawan kemudian menggali informasi dengan mendatangi gudang PT PMM.

“Saya datang bersama Dana (Frendy Primadana), kami bertemu Dedy itu di pinggir Jalan Lintas Timur. Kamudian kami barengan ke lokasi,” ungkap Wahyu, Sabtu siang.

Wahyu menuturkan, mereka bertiga mencoba menanyakan kepada dua orang petugas keamanan yang ada di pintu.

Kedua Satpam tersebut menyampaikan sempat ada keributan, tapi bukan di dalam kawasan PT PMM, melainkan di depan kantor PT PMM.

“Dedy melihat satu unit truk akan memasuki gudang PT PMM dan mengambil foto. Sepertinya sopir truk itu tidak senang, kemudian turun dari mobil dan meminta Dedy menghapus foto itu. Setelah foto dihapus, kemudian truk masuk ke dalam gudang PT PMM,” tuturnya.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, beberapa saat kemudian datang satu mobil minibus jenis Toyota warna silver.

Kedua Satpam yang sebelumnya berbincang dengan wartawan kemudian menghampiri mobil tersebut.

Salah seorang yang keluar dari dalam mobil menunjukan tanda pengenal. Kemudian bersama dua orang Satpam masuk ke dalam pekarangan PT PMM, dan meminta wartawan menunggu di luar.

“Sebagian anggota Satgas masih berada di dalam mobil, juga menunggu di luar. Truk yang sebelumnya masuk ke dalam pekarang PT PMM, kemudian bergerak ke luar,” jelasnya.

“Nah, Dedy ini kembali mengambil gambar. Kayaknya sopir truk itu melihat Dedy mengambil foto, terus turun dari mobil dan langsung memukul Dedy di bagian wajahnya. Dengan nada ancaman dia ngomong ke Dedy, tunggulah kamu di sini! Ku panggil kawan-kawanku,” kata Wahyu.

Melihat kondisi tidak kondusif, Wahyu Kurniawan dan Frendy Primadana bermaksud meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

Namun saat hendak pergi, ada orang yang Satpam menarik baju Frendy Primadana dari belakang, sehingga membuatnya terjatuh dari boncengan motor Wahyu.

“Aku berhasil lolos, tapi Frendy Primadana dan Dedy Wahyudi sempat tertahan oleh pihak keamanan perusahaan,” ujarnya.

“Selang beberapa lama Aku berusaha menghubungi Frendy Primadana untuk mengetahui kondisi mereka. Dia minta Aku cari bantuan agar mereka bisa ke luar dari lokasi gudang PT PMM,”ungkapnya. (Tim Mr).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *