TOBOALI, MERCUSUAR.NET,– Perbedaan pendapat antara Ketua Kelompok Tani Batang Desa Serdang Heri dengan Kepala Dinas Pertanian Bangka Selatan Risvandika mengenai usia tanaman sawit yang berada di areal lahan ketahanan pangan di daerah kawasan Bendungan Mentukul dan Desa Serdang menjadi sorotan masyarakat.
“Kalau berdasarkan keterangan Ketua Kelompok Tani Batang Heri usia kebun sawit yang berada di areal lahan ketahanan pangan sudah terjadi sejak enam hingga tujuh tahun lalu sedangkan Kepala Dinas Pertanian Risvandika alih fungsi lahan itu belum lama terjadi,dua opini ini menimbulkan persepsi berbeda ditengah kehidupan masyarakat,”kata salah satu masyarakat Toboali Aisah kepada wartawan di Toboali,Rabu (29/7).
Disampaikannya perbedaan pendapat itu seharusnya tidak perlu terjadi bila pejabat turut ke lapangan melihat kondisi seutuhnya.
“Bisa dilihat ke lapangan atau lokasi,setelah itu akan terlihat siapa yang benar sehingga bisa ditarik kesimpulan,”katanya.
Menurut Aisah nampaknya masyarakat lebih percaya dengan Ketua Kelompok Tani dibandingkan dengan kepala Dinas Pertanian sebab sering berada dilokasi.
“Kalau Kepala Dinas biasanya hanya mendengar laporan Asal Bapak Senang (ABS) tanpa memantau ke lapangan atau bisa juga menyembunyikan data dan memberikan data palsu hingga membuat bingung masyarakat,”katanya.
Ia mengatakan kalau data Ketua Kelompok Tani benar maka data Kepala Dinas itu salah atau palsu yang pasti akan menimbulkan beragam opini ditengah kehidupan masyarakat.
“Apa jadinya masyarakat kalau diberikan data palsu oleh pejabat,tentu sangat miris,”kata dia.
Salah satu masyarakat Desa Serdang Bang Taruna mengatakan kalau saat ini ratusan batang pohon kelapa sawit di daerah itu sudah panen berkali-kali.
“Kalau tidak percaya silakan cek,”kata dia singkat. (Tim Mr).






