DLH Bangka Selatan Belum Bisa Pastikan Pencemaran Di Sungai Walaupun Ikan Bergelimpangan

Screenshot 20260904 135402 WhatsApp

TOBOALI,MERCUSUAR.NET,- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Selatan Agung mengatakan saat ini belum bisa memastikan adanya pencemaran di Sungai Kecamatan Payung walaupun sudah banyak ikan yang mati bergelimpangan di sungai itu.

“Jadi, untuk saat ini kami belum dapat menyatakan bahwa telah terjadi pencemaran yang disebabkan oleh kegiatan perusahaan,karena hal tersebut masih harus dibuktikan melalui hasil pengujian kualitas air dan penelusuran sumber pencemar,”kata Agung ketika dikonfirmasi wartawan di Toboali,Jumat(4/9).

Bacaan Lainnya

Disampaikannya berdasarkan pengecekan awal memang ditemukan kondisi aliran sungai perlu ditindaklanjuti.

“saat ini DLH sedang melakukan proses verifikasi lebih lanjut.Tim juga sudah menentukan titik-titik yang akan dilakukan pengambilan sampel untuk mengetahui kondisi kualitas air secara objektif,”katanya.

Menurut Agung memgenai informasi adanya dugaan pencemaran di aliran sungai Desa Payung, kemarin tim DLH Kabupaten Bangka Selatan bersama pihak Kecamatan Payung, Pemerintah Desa Nadung, dan perwakilan perusahaan sudah turun langsung melakukan pengecekan lapangan.

“Kita sudah turun ke lapangan kemarin,”katanya.

Screenshot 20260902 222549 WhatsApp

Ketika disinggung apakah pihak dinas sudah mengambil air untuk dijadikan sample sebagai bahan pengecekan di laboratorium dirinya tidak memberikan jawaban.

Sementara itu salah satu masyarakat Toboali Reza memgatakan tanpa pengecekan melalui laboratorium juga sudah dapat dipastikan bahwa air itu sudah tercemar.

“Dak usah sampai laboratorium,cukup lihat ikan mati bergelimpangan sudah dibisa dipastikan air sungai itu sudah tercemar,”katanya.

Reza berharap Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tidak lamban dalam menangani persoalan itu sebab masyarakat membutuhkan pemerintah yang benar-benar bekerja untuk memastikan keamanan lingkungan dan sumber penghidupan warga.

“Semoga Pemda Bangka Selatan bekerja dengan sungguh-sungguh dan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam mengungkap penyebab kematian ikan itu,”harapnya. (Tim Mr).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *