TOBOALI,MERCUSUAR.NET,- Sejumlah masyarakat Toboali mendesak Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Bangka Selatan untuk turun tangan langsung mengecek sungai yang tercemar di Desa Nadung baru baru ini.
Masyarakat meminta pemerintah tidak sekadar menerima laporan, tetapi melakukan pemeriksaan langsung untuk memastikan penyebab kematian ikan serta kondisi kualitas air sungai yang selama ini menjadi bagian penting bagi kehidupan masyarakat sekitar.
“Semoga dinas terkait segera turun ke lapangan melihat kondisi dan menentukan sikap atas peristiwa pencemaran yang sudah mengakibatkan ikan di sungai itu mati serentak,” kata salah satu masyarakat Toboali Reza kepada wartawan di Toboali,Kamis (3/9).
Menurut Reza apabila dugaan pencemaran tersebut terbukti disebabkan oleh aktivitas perusahaan, maka persoalan itu tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa.
“Perusahaan memiliki kewajiban memastikan pengelolaan limbah dilakukan secara benar dan sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat,”katanya.
“Oleh sebab itu pihak dinas terkait harus ke lapangan dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku pencemaran lingkungan hidup ini,”lanjutnya.
Reza bahkan menyebut kematian ikan dalam jumlah banyak sebagai persoalan serius yang menyentuh kepentingan masyarakat sekitar sungai.
“Kejadian di sungai Desa Payung itu bukan hal yang tiba-tiba dan tidak terjadi begitu saja, namun kebiasaan yang sudah lama.tetapi tidak ada teguran atau pengawasan dari dinas terkait,” katanya.
Ia berharap dugaan pencemaran tersebut tidak kembali dibiarkan tanpa kejelasan, pemeriksaan lapangan menjadi penting untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di sungai itu.
Senada dengan warga Toboali yang lain Yanto mengatakan pengawasan dan teguran sejak awal semestinya dapat mencegah persoalan lingkungan berkembang menjadi lebih serius.
“Kalau ada teguran dan imbauan dari pihak dinas tentu pihak perusahaan akan mengikuti segala aturan yang telah ditetapkan dalam menjaga keseimbangan lingkungan,”katanya.
Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Selatan Agung mengatakan pihaknya akan turun langsung ke lokasi setelah mendapat informasi mengenai dugaan pencemaran sungai di Desa Payung.
“Insyaallah, hari ini Kamis (3/9) kita ke lokasi pencemaran itu,” kata Agung ketika dikonfirmasi wartawan di Toboali, Kamis (3/9).
Agung mengatakan kedatangan tim DLH bukan sekadar melihat kondisi sungai, tetapi melakukan verifikasi dan pengecekan lapangan terhadap dugaan pencemaran itu.
“Verifikasi dan pengecekan lapangan di sungai yang diduga tercemar itu,” katanya.
Namun, ketika disinggung mengenai langkah lanjutan maupun kemungkinan sanksi apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan perusahaan, Agung belum memberikan tanggapan.(Tim Mr).






