Hasil Kunjungan DLH Bangka Selatan Ke Sungai Payung Masih Misterius

Screenshot 20260909 113703 WhatsApp

TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Sudah hampir tiga hari berlalu sejak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Selatan turun langsung ke lokasi Sungai Kolong Nadung, Kecamatan Payung yang diduga tercemar hingga kini masih misterius.

Sikap diam DLH Bangka Selatan itu pun mulai menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, hasil peninjauan lapangan tersebut sangat dinantikan warga untuk mengetahui secara pasti apakah sungai yang dilaporkan banyak ditemukan ikan mati itu benar-benar mengalami pencemaran atau tidak.

Bacaan Lainnya

“Padahal hasil kunjungan kerja pihak DLH sangat ditunggu masyarakat, apapun hasilnya,” kata salah satu masyarakat Toboali, Reza, kepada wartawan di Toboali, Rabu (9/9).

Menurut Reza tidak adanya penjelasan resmi dari instansi terkait justru berpotensi memunculkan beragam opini dan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kunjungan kerja yang dibiayai oleh negara ini jangan sampai dianggap masyarakat hanya jalan-jalan oleh para pejabat bersama stafnya karena tidak ada hasil yang disampaikan kepada publik,” katanya.

Ia menilai kunjungan DLH ke Sungai Kolong Nadung bukan sekadar kegiatan seremonial. Hasil dari pemeriksaan tersebut dinilai sangat penting karena akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk memastikan ada atau tidaknya dugaan pencemaran di sungai tersebut.

“Menurut kami, hasil kunjungan ke Kolong Nadung Kecamatan Payung itu sangat menentukan apakah memang terjadi pencemaran atau tidak. Kalau sudah diketahui, baru bisa dilakukan upaya selanjutnya,”kata dia.

Reza mengatakan hingga hampir tiga hari setelah tim DLH turun ke lapangan, masyarakat masih belum mendapatkan kepastian. Kondisi itu membuat pertanyaan mengenai nasib Sungai Kolong Nadung terus bergulir.

“Sudah hampir tiga hari sejak kunjungan kerja ke lapangan itu belum menunjukkan adanya kepastian.Akhirnya timbul beragam opini di tengah masyarakat,” katanya.

Ia berharap DLH Bangka Selatan dapat lebih terbuka kepada masyarakat mengenai hasil kunjungan dan pemeriksaan yang telah dilakukan.

“Pejabat tentu memahami aturan tentang keterbukaan informasi publik. Kami berharap hasilnya disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” harapnya.

Reza juga menyoroti aktivitas sejumlah pejabat di media sosial,kegiatan pemerintah kerap ditampilkan kepada publik, namun ketika masyarakat menunggu penjelasan terkait persoalan lingkungan, justru belum ada keterangan yang disampaikan.

“Kalau di akun TikTok nampaknya pejabat selalu aktif menampilkan kegiatan,namun diam ketika menyampaikan hasil kunjungan kerja. Ada apa ini,” ungkapnya.

Sementara itu hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Selatan Agung belum memberikan keterangan terkait hasil kunjungan kerja dan pemeriksaan di Sungai Kolong Nadung untuk keberimbangan pemberitaan walaupun sudah dihubungi melalui pesan WhatsApp hingga Telepon belum memberikan keterangan. (Tim Mr).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *