Presidium Bangka Selatan Nilai Belanja BTT Tidak Tepat Sasaran Hingga Penanggulangan Bencana Lamban

Screenshot 20261012 170355 Facebook

TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Salah satu anggota Presedium Bangka Selatan Yapiter ,SH,M.SI menilai Belanja Biaya Tidak Terduga (BTT) tidak tepat sasaran karena untuk bayar hutang sehingga penanggulangan bencana kebakaran yang terjadi di Dusun Serdang Desa Jelutung II Kecamatan Simpang Rimba terkesan lamban dan tidak maksimal.

“Kebakaran yang terjadi di Dusun Serdang Desa Jelutung II itu seharusnya ditangani dengan cepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan anggaran yang tersedia namun yang terjadi sekarang masyarakat dibantu dengan bantuan dari luar,”kata dia kepada wartawan di Toboali,Senin(12/10).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan akibat belanja tidak tepat sasaran itu,ribuan masyarakat Dusun Serdang tidak ditangani dengan baik dan benar.

“Nggak perlu ke lapangan lihat dari luar jauh kita sudah dapat membayangkan bagaimana nasib warga di tenda pengungsian,”kata dia.

Menurut Yapiter kalau anggaran BTT itu digunakan dengan baik tentu berbagai elemen masyarakat bahu membahu membantu warga yang kesulitan terjadi saat ini di dusun Serdang.

“Libatkan semua OKP yang ada mulai dari Karang Taruna,Remaja Mesjid hingga KNPI serta pihak lain maka penanganan korban kebakaran jadi lebih baik dan terarah,”katanya.

Dirinya menjelaskan ada lima miliar BTT disiapkan dalam APBD 2026 namun sudah habis digunakan untuk membayar hutang Wahana permainan Bianglala.

“Kalau dana itu masih ada,tentu penanganan peristiwa kebakaran tentu dapat diselesaikan dengan baik dan maksimal,”kata dia.

Senada disampaikan warga Toboali lainnya Reza mengatakan kondisi terkini di tenda pengungsian sangat memperlihatkan karena keterbatasan segala sarana.

“Mulai dari air bersih hingga selimut dan perlengkapan bayi dan perempuan,”kata dia.

Dirinya berharap pemda Bangka Selatan segera menentukan tindakan tepat dan terarah sesuai dengan kebutuhan masyarakat selama di tempat pengungsian.

“Pemda harus bergerak cepat jangan banyak beretorika apalagi digunakan untuk ngonten,”harapnya.(Tim Mr).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *