TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Sejumlah masyarakat Toboali berharap Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani dan Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid satu suara terkait penanganan korban kebakaran di Dusun Serdang Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba beberapa waktu lalu.
“Perbedaan sikap kedua kepala daerah atau raja kecil itu adalah tentang bala bantuan,sikap Gubernur tidak mau merengek sedangkan Bupati minta ke pemerintah pusat hal ini tentu berdampak kepada warga korban kebakaran,”salah satu masyarakat Toboali Reza kepada wartawan Sabtu (17/10).
Reza mengatakan perbedaan pandangan mengenai mekanisme bantuan perlu segera diselesaikan melalui koordinasi agar tidak menghambat proses penanganan pascabencana.
“Semoga pendapat Gubernur dapat disetujui oleh Bupati sehingga proses penanganan warga korban kebakaran cepat dilaksanakan,”katanya.
Menurut Reza perbedaan pendapat itu perlu segera dijembatani agar tidak menimbulkan ketidakpastian di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang tengah menantikan bantuan dan kepastian pemulihan setelah musibah kebakaran.
“Dua pendapat kepala daerah ini sangat berdampak kepada para korban,”ujarnya.
Reza menegaskan perbedaan pandangan dalam menentukan langkah penanganan bencana merupakan hal yang seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi antarpemerintah daerah.
“Masyarakat tidak membutuhkan perdebatan mengenai siapa yang paling tepat mengambil langkah, melainkan kepastian bahwa para korban mendapatkan perhatian, bantuan, dan penanganan yang layak,”katanya.
Ia juga mengingatkan agar perbedaan sikap kedua pemimpin daerah tidak dikaitkan dengan kepentingan politik menjelang Pilkada nanti.
“Penanganan korban bencana harus menjadi prioritas bersama tanpa dibayangi kepentingan lain.Jangan sampai perbedaan pendapat ini justru menimbulkan kesan adanya dua kepentingan,”harapnya.(Tim Mr).






