Tiongkok Rebut Posisi Singapura Beli Timah Indonesia

Screenshot 20260304 163537 Chrome

TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Negara Cina atau biasa disebut Tiongok berhasil merebut posisi Singapura sebagai negara pembeli timah dari Indonesia yang berasal dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Berikut adalah rincian negara utama tujuan ekspor timah Babel per Januari 2026:
1. China: USD 88,23 juta (66,93%)
2. Korea Selatan: USD 19,71 juta (14,96%)
3. Singapura: USD 9,31 juta (7,06%)
4. Amerika Serikat: USD 1,2 juta (hanya komoditas timah).

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, mengungkapkan nilai ekspor timah Babel pada Januari 2026 menyentuh angka USD 131,81 juta.
Angka ini meroket tajam 203,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) yang hanya sebesar USD 43,50 juta.

“Untuk ekspor timah, nilainya USD 131,81 juta atau memberikan share 83,46% dari total ekspor kita pada Januari 2026,” ujar Sugeng dalam siaran pers yang dikutip, Selasa 3 Maret 2026.

Komoditas timah masih menjadi tulang punggung utama ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi timah mencapai 83,46 persen dari total ekspor Bumi Serumpun Sebalai pada Januari 2026.

Meski mencatatkan pertumbuhan tahunan yang impresif, performa ekspor timah jika dibandingkan secara bulanan justru mengalami koreksi.
Nilai ekspor Januari 2026 turun 46% dibanding Desember 2025 yang sempat mencapai USD 180,84 juta.

Secara keseluruhan, total ekspor Bangka Belitung pada Januari 2026 tercatat sebesar USD 157,93 juta.
Selain timah, sektor nontimah ikut menyumbang devisa meski dengan angka yang jauh lebih kecil, di antaranya CPO (Minyak Hewan/Nabati): 11,45% (USD 18,09 juta) serta Ikan dan Udang: 1,89% (USD 2,99 juta).

Tiongkok atau China masih menjadi negara tujuan ekspor utama. Tak tanggung-tanggung, Negeri Tirai Bambu itu menyerap 66,93% dari total ekspor timah Babel dengan nilai USD 88,23 juta.
“Tujuan utama ekspor timah kita terbesar adalah ke Tiongkok yang tumbuh 228,07% (yoy). Kemudian ke Korea Selatan tumbuh 204,20%, dan ke Singapura tumbuh 322,13%,” lanjut Sugeng.

Senada dengan data daerah, Kementerian Perdagangan RI mencatat ekspor timah batangan (ingot) Indonesia secara nasional pada Januari 2026 berada di angka 2.653,7 ton. Volume ini turun 47% dibandingkan Desember 2025.

Namun, permintaan dari China tetap menunjukkan anomali positif. Dari total volume nasional tersebut, ekspor ke China justru melonjak 162% secara bulanan menjadi 1.775 ton.
Sebagai kilas balik, sepanjang tahun 2025 lalu, Singapura merupakan negara tujuan utama ekspor timah Indonesia dengan total 12.298 ton, disusul China (9.886 ton), dan Korea Selatan (8.716 ton).

Sumber : Wow Babel .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *