PT Timah Rindu Kedatangan Massa Unjuk Rasa Untuk Tepati Janji 

Screenshot 20260609 164358 TikTok

TOBOALI,MERCUSUAR.NET,- Perusahaan plat merah terbesar yang bergerak di bidang Pertambangan pasir timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu PT.Timah nampaknya merindukan kedatangan massa dengan jumlah yang lebih banyak agar bisa menepati janji saat demo beberapa waktu lalu.

“Nampaknya kita harus turun ke lapangan dan aksi lagi sehingga PT.Timah dapat menepati janji soal kenaikan harga pasir timah dari penambang rakyat ini,”kata salah satu masyarakat Toboali Leo ketika menjumpai wartawan di Toboali,Selasa(9/6) sore.

Bacaan Lainnya

Disampaikannya sebagai perusahaan terbesar di Indonesia yang berusaha di bidang Pertambangan pasir timah,pihak perusahaan sebaiknya menampung timah dari para mitra ini dengan hati nurani.

“Kalau melihat harga timah dunia saat ini,rasanya tidak pantas kalau pihak perusahaan tidak menyesuaikan harga bagi mitra tambang di daerah ini,”kata dia.

“Sebaiknya harga pasir timah dari Mitra sudah naik sesuai dengan harga pasar dunia,”lanjutnya.

Menurut Leo dengan kondisi seperti saat ini maka dapat dikatakan laba PT.Timah saat ini seperti memeras darah rakyat penambang di daerah ini.

“Bagaimana tidak memeras darah rakyat,kalau harga pasir timah hanya dibawah Rp.200 ribu perkilo basah sedangkan harga jual ke pasar dunia sudah tembus Rp 1 juta,”kata dia.

Senada disampaikan Aini kalau pihak perusahaan tidak menaikkan harga timah maka jalan terbaik yang harus dilakukan penambang adalah demo turun ke jalan namun jangan anarkis.

Screenshot 20260609 220721 ChatGPT

“Harus aksi turun ke jalan lagi tapi jangan anarkis apalagi sampai terjadi bakar membakar seperti demo tahun kemaren,”ujarnya.

Dirinya berharap pihak perusahaan membuka mata dan hati dan segera menaikkan harga timah tanpa perlu ada aksi masyarakat.

“Semoga dengan kesadaran dan tanpa paksaan,pihak perusahaan terbesar ini segera merealisasikan harga sesuai dengan harga dunia saat ini,”harapnya.

Terpisah masyarakat Toboali yang lain Andre mengatakan ada dua komoditi daerah ini yang sedang berjuang untuk kenaikan harga yaitu TBS dan pasir timah para penambang.

“Kalau TBS harganya sudah mulai bergerak ke positip setelah Wakil Menteri Pertanian menyampaikan pidato sedangkan pasir timah sudah hampir satu tahun tidak ada kenaikan,”kata dia.

“Padahal harga dunia dua komoditas ini sedang naik namun di kenyataannya dilapangan malah menyakiti hati masyarakat Babel yang mayoritas petani dan penambang ini,”lanjutnya.

Sementara itu pihak PT Timah yang kemaren baru mendapatkan penghargaan sebagai media patner terbaik belum memberikan keterangan ketika dikonfirmasi wartawan untuk keberimbangan berita ini hingga diterbitkan.(Tim Mr).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *