TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Tidak ada solusi usai melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Bangka Selatan akhirnya Forum Peduli Masyarakat Desa Nangka Kecamatan Airgegas Kabupaten Bangka Selatan membawa persoalan ke DPRD Bangka Belitung.
“Kami akan menyampaikan langsung kepada DPRD Provinsi Bangka Belitung terkait permasalahan yang sekarang sedang terjadi di desa kami,”kata salah satu warga Desa Nangka Suryadi kepada wartawan di Toboali,Rabu(10/6).
Disampaikannya salah satu poin krusial yang menjadi sorotan utama warga adalah mengenai fasilitas infrastruktur vital bagi mata pencaharian mereka.
”Ada beberapa poin yang kami sampaikan, yakni terkait masalah jalan akses masuk petani, dan masih ada poin-poin penting lainnya,”ujarnya.
Menurutnya untuk mengawal aspirasi ini, sekitar 100 perwakilan masyarakat Desa Nangka dipastikan akan hadir langsung memadati ruang audiensi.
“Koordinasi ini merupakan tindak lanjut atas surat pengaduan yang telah dilayangkan oleh forum masyarakat pada akhir Mei 2026 lalu,”katanya.
Ia mengatakan akan menyampaikan langsung kepada DPRD Provinsi Bangka Belitung terkait permasalahan yang sekarang sedang terjadi di desa kami.
“Mudah-mudahan audiensi besok itu bisa membuahkan hasil terbaik buat seluruh masyarakat,”kata dia.
”Melalui audiensi tatap muka ini, masyarakat menaruh harapan besar agar para wakil rakyat dan pihak eksekutif dapat melahirkan solusi konkret, bukan sekadar janji manis,”harapnya.
Sebelumnya pada Senin (18/5) bulan lalu Ketua DPRD Bangka Selatan Erwin Asmadi langsung memimpin langsung Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas sektor guna membahas polemik kerusakan Jalan Usaha Tani di Desa Nangka akibat aktivitas PT Bukit Palma Prima (BPP) namun hingga belum ada solusi atau jalan terbaik menyelesaikan persoalan itu dan akhirnya melanjutkan ke pihak DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.(Tim Mr).






