TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Dinas Kesehatan Bangka Selatan terus meningkat kompetensi tenaga sanitarian sebagai upaya pencegahan dini terhadap risiko keracunan makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah setempat.
“Banyaknya dapur MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membawa tantangan tersendiri bagi Pemkab Bangka Selatan oleh sebab itu Pelatihan ini dilaksanakan,”kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Bangka Selatan Agus Pranawa kepada wartawan.
Disampaikannya upaya pencegahan ini dilakukan dengan cara mengunjungi secara rutin minimal satu hingga dua bulan sekali ke masing-masing dapur.
“Pasca-pelatihan, para sanitarian akan menyusun jadwal pengawasan ke lapangan, melakukan pemeriksaan kualitas hidangan, serta menggelar uji petik langsung pada berbagai produk pangan di Bangka Selatan guna memastikan kelayakan dan keamanannya sebelum dikonsumsi publik,”kata dia.
Menurut Agus pelatihan ini dilakukan untuk memperketat pengawasan keamanan pangan siap saji di wilayah Bumi Junjung Besaoh ini.
“Langkah ini diwujudkan lewat pelatihan pengawasan keamanan pangan berbasis risiko bagi para tenaga sanitasi lingkungan (sanitarian) se-Kabupaten Bangka,”ujarnya.
Ia mengatakan pelatihan ini menyasar jajaran petugas dari seluruh Puskesmas, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
“ini difokuskan untuk meningkatkan kompetensi sanitarian dalam mengawal kualitas makanan siap saji yang dikonsumsi masyarakat,”kata dia.
Dirinya menjelaskan peningkatan kapasitas para sanitarian sangat mendesak menyusul makin berkembangnya usaha kuliner serta maraknya dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah ini.
”Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi para sanitarian di seluruh Puskesmas. Kita ingin menjamin kualitas keamanan makanan siap saji yang beredar, baik dari UMKM, pedagang, pengusaha kuliner, maupun dapur-dapur MBG yang butuh pengawasan lebih intensif,”ungkapnya.(Tim Mr).






