TOBOALI,MERCUSUAR.NET,- Kobaran api yang membara sejak sore terus mengamuk dan melahap permukiman warga di Dusun Serdang Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (10/10).
Ratusan rumah dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran hebat yang membuat warga dilanda kepanikan.
Berdasarkan keterangan warga, hingga pukul 23.48 WIB, kobaran api masih belum berhasil dipadamkan. Artinya, sejak kebakaran mulai terjadi pada sore hari, api terus berkobar selama berjam-jam dan mengancam bangunan-bangunan di sekitarnya.
“Hingga kini pukul 23.48 WIB api belum berhasil dipadamkan,” kata Regi, salah seorang warga Dusun Serdang, saat dikonfirmasi wartawan di Toboali, Sabtu (10/10) malam.
Kondisi permukiman yang rapat menjadi tantangan besar dalam upaya memadamkan api. Rumah-rumah warga yang berdiri berdekatan, dengan sebagian bangunan berbahan kayu, membuat kobaran api berpotensi merembet dengan cepat.
Di tengah besarnya kobaran api, warga juga menyoroti lambannya kedatangan mobil pemadam kebakaran. Menurut Regi, masyarakat telah berupaya menghubungi petugas sejak sore, ketika kebakaran mulai terjadi. Namun, mobil pemadam kebakaran disebut baru tiba di lokasi pada malam hari, saat api telah telanjur membesar.
“Sudah sejak sore masyarakat menghubungi petugas pemadam kebakaran, namun baru tiba di lokasi saat malam,” ujarnya.
Keterlambatan tersebut menjadi sorotan warga karena kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk dengan bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu. Dalam kondisi seperti itu, waktu menjadi faktor penting untuk mencegah api semakin meluas dan melahap lebih banyak rumah.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui.Belum ada keterangan resmi mengenai dari mana api pertama kali muncul maupun faktor yang memicu kebakaran besar tersebut.
Besarnya dampak kebakaran juga masih memerlukan pendataan lebih lanjut, termasuk jumlah pasti rumah yang terbakar, kemungkinan adanya korban jiwa atau luka-luka, serta jumlah warga yang terdampak dan kehilangan tempat tinggal.
Hingga Sabtu malam, Dusun Serdang masih berada dalam situasi darurat. Kebakaran yang berlangsung selama berjam-jam itu menyisakan kekhawatiran bagi warga, sementara upaya pemadaman menjadi hal mendesak untuk menghentikan perambatan api dan mencegah dampak yang lebih luas.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat kebakaran melanda permukiman padat penduduk dan berlangsung hingga larut malam. Penyebab kebakaran serta total kerugian yang ditimbulkan masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang.(Tim Mr).






