Respon Keluhan Warga, Anggota DPRD Bangka Selatan Minta Dinas Usut Penyebab Harga Ayam Melonjak

IMG 20260824 WA0027 1

TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Angota DPRD Bangka Selatan dari fraksi Partai Demokrasi(PDI) Perjuangan Daffa meminta Dinas terkait menelusuri penyebab kenaikan ayam yang telah membebani masyarakat daerah setempat.

“Lonjakan harga ayam potong hingga Rp50.000 per kg di Toboali ini sangat membebani masyarakat, terutama emak-emak dan pelaku UMKM kuliner oleh sebab itu dinas terkait harus segera menelusuri kenaikan harga ayam itu,”kata Politisi muda Partai Demokrasi Indonesia(PDI) Perjuangan ini ketika dikonfirmasi wartawan pada Senin(24/8).

Bacaan Lainnya

Disampaikannya persoalan kenaikan ini merupakan masalah serius dan harus segera diatasi secepat mungkin hingga tidak membebani masyarakat.

“Segera telusuri penyebab kenaikan ini, apakah kekuranagn stok, keterlambatan pasokan, kendala pakan, atau ada kendala distribusi
dan keadaan ini tidak boleh dibiarkan berlarut larut,”katanya.

Menurut Daffa kenaikan harga ayam ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi itu dikhawatirkan semakin memukul daya beli masyarakat.

“Otomatis biaya produksi pelaku usaha UMKM juga meningkat sehingga harga juga jadi naik dipasaran,”katanya.

Dirinya berharap dinas terkait tidak tinggal diam dan segera turun tangan menelusuri penyebab melonjaknya harga ayam di pasaran yang membebani masyarakat ini.

“Segera turun lapangan, cari penyebab kenaikan harga ayam itu,”harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian,Perdagangan dan Koperasi UMKM Deka Indra mengatakan segera mencari penyebab kenaikan harga ayam yang terjadi di pasar Tradisional Toboali.

“Sebab untuk kenaikan itu ada di pihak Provinsi yang mengkoordinir pasokan ayam untuk Bangka Selatan,”kata Deka ketika dikonfirmasi wartawan usai acara sosialisasi Edukasi Pedagang Pasar Toboali Siap Qris di Toboali,Senen(24/8).

Disampaikannya dinas akan melakukan koordinasi dengan pihak provinsi dan distributor serta akan menjalin kerja sama antar daerah (KAD) ke depan.

“Dan terus melakukan langkah-langkah kongkrit untuk intervensi harga misal melakukan operasi pasar murah dan lainnya,”kata Deka.(Tim Mr).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *