SIMPANG RIMBA,MERCUSUAR.NET,-
Sebanyak 60 siswa-siswi di Desa Bangka Kota Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan menerima perlengkapan sekolah pada tahun anggaran 2026 pada Kamis(19/6).
Penjabat (Pj) Kepala Desa Bangka Kota Suhar, S.P mengatakan program jaminan operasional pendidikan yang bersumber dari Dana Desa APBDes 2026 ini untuk siswa kurang mampu dan berprestasi.
“Untuk Tahun ini kita tingkatkan jumlah penerimanya sebanyak 10 orang walaupun sedang di tengah situasi efisiensi anggaran,”kata dia.
Disampaikannya penambahan kuota ini sengaja dilakukan sebagai bentuk respons taktis pemdes untuk memastikan tidak ada anak di Desa Bangka Kota yang putus sekolah.
“Yang disebabkan kendala fasilitas dasar penunjang pembelajaran,jadi wajib sekolah,”kata dia.
Menurut Suhar langkah ini dilakukan sebagai komitmen nyata dalam memprioritaskan dunia pendidikan di wilayah Desa Bangka Kota ini.
“Terkait dengan adanya perbedaan komposisi paket bantuan per jenjang pendidikan yang diakibatkan oleh penyesuaian anggaran logistik di lapangan,”kata Suhar.
”Untuk tingkat TK sampai SD, bantuan yang kami berikan kepada anak-anak berupa satu buah tas, satu setel seragam sekolah lengkap (celana/baju), kaos kaki, beserta satu pasang sepatu sekolah. Sedangkan untuk tingkat SMP dan SMA, paketnya meliputi tas, seragam, dan kaos kaki,”lanjutnya.
Ia menjelaskan hal ini dikarenakan anggaran pengadaan baju seragam untuk tingkat SMP dan SMA jauh lebih besar, sehingga dilakukan penyesuaian volume komponen agar seluruh jenjang tetap terakomodasi secara adil.
”Demi menjaga integritas, keadilan, serta objektivitas program, Pemerintah Desa Bangka Kota menerapkan skema seleksi yang berbasis keterbukaan publik atau transparansi penuh Pemdes tidak melakukan penunjukan langsung, melainkan menyerahkan mandat pemetaan dan penyaringan data secara menyeluruh kepada pihak manajemen sekolah masing-masing jenjang yang lebih memahami kondisi riil para siswanya,”katanya.
Lebih lanjut Suhar mengatakan kegiatan ini merupakan bukti bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk melahirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Sektor pendidikan tetap diletakkan sebagai pilar utama pembangunan desa.
”Alhamdulillah, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya melalui dana desa APBDes. Ini adalah bentuk dukungan nyata pemerintahan desa Bangka Kota; di tengah efisiensi anggaran, kami tidak mengesampingkan bidang pendidikan, bahkan penyerapan jumlah penerimanya kami tingkatkan,”ungkapnya.(Tim Mr).






