APDESI Bangka Selatan Jamin Usaha Kebun Sawit Masyarakat

Screenshot 20260314 131809 WeChat 1

TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bangka Selatan Muhlis Ihsan menjamin semua usaha kebun sawit masyarakat yang ada di daerah setempat bebas dari pelanggaran dan sudah didata oleh pemdes setempat.

“Insyaallah aman,yang penting punya warga dan bukan milik perusahaan jadi silahkan rawat dan pelihara dengan baik hingga berhasil sampai panen,”kata Muhlis ketika dikonfirmasi wartawan,Minggu (15/3).

Bacaan Lainnya

Disampaikannya memang ada beberapa warga desa yang belum menyampaikan secara total luas kebun yang dimilikinya namun akan tetap ditunggu untuk dilaporkan kepada Satgas PKH.

“Tetap kita tunggu dan bantu untuk melaporkan kepada Satgas PKH agar tidak disita,”kata dia.

Menurut Kades Air Bara ini untuk luas kebun yang dimiliki oleh setiap desa itu cukup luas namun tidak ingat desa mana yang paling luas diantara desa lainnya yang ada di daerah Bangka Selatan ini.

“Semua desa memiliki kebun sawit yang luas,hanya lupa desa mana yang paling luas,”kata dia.

Dirinya berharap warga yang belum menyampaikan data kebun kepada pemerintah desa agar segera melaporkan luas kebun yang dimiliki sehingga bisa dilaporkan kepada pihak Satgas PKH.

“Semoga dalam waktu dekat data sudah sampai di meja Satgas PKH sehingga tidak dilakukan penyitaan,”ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian,Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan Risvandika mengatakan pencabulan surat himbauan yang dikeluarkan dalam hitungan jam itu karena adanya masyarakat yang masih mengurus soal perizinan.

“Pencabutan surat himbauan itu karena banyak masyarakat yang sedang mengurus perizinan kebun sawit di Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,”kata Risvandika.

Ia membantah pencabutan surat himbauan itu karena adanya intimidasi dari pihak perusahaan namun semata-mata karena kepedulian terhadap usaha perkebunan masyarakat.

“Alhamdulillah,tidak ada sama sekali intimidasi, kami menjaga suasana masyarakat kita yang sedang kesulitan usaha dan terus masih banyak perizinan yang belum selesai,”ungkapnya. (Tim Mr).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *