TOBOALI,MERCUSUAR.NET,- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Selatan Agung Rahmadi mengungkapkan untuk penetapan desil yang terjadi saat ini adalah kebijakan dari pemerintah pusat.
“Hingga saat ini kita tidak memiliki data perubahan desil untuk masyarakat Bangka Selatan,”kata dia ketika dikonfirmasi wartawan di Toboali.
Disampaikannya perubahan desil yang dialami oleh masyarakat saat ini berdasarkan kebijakan dari pemerintah pusat yaitu Kementerian Sosial berlaku secara nasional.
“Kita di daerah hanya menyampaikan data sesuai hasil sensus ekonomi beberapa waktu lalu, “kata dia.
Sementara itu salah satu masyarakat Toboali Rusman mengatakan perubahan desil yang terjadi ditengah kehidupan masyarakat sangat berdampak pada kehidupan.
“Bayangkan saja kalau ada keluarga pra sejahtera tidak mendapatkan lagi subsidi karena berada di desil 8 atau 9,itu kan sangat berdampak,”katanya.
Ia berharap pemerintah pusat segera memperbaiki Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi basis dari penetapan desil.
“Segera perbaiki agar bantuan dan subsidi yang diberikan kepada masyarakat itu tepat sasaran,”harapnya.
Sementara itu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah terus melakukan perbaikan terhadap Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi basis dari penetapan desil.
Menurut Purbaya, pihaknya sudah mengeluarkan anggaran besar untuk Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperbaiki DTSEN dan Sensus Ekonomi Nasional 2026.
“Makanya sedang diperbaiki itu, DTSEN. Saya ngeluarin uang cukup banyak kalau ke BPS tahun ini ya,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8) seperti dilansir dari CNBC.(Tim Mr).






