TOBOALI,MERCUSUAR.NET,- Dinas Pertanian Bangka Selatan saat ini masih menunggu anggaran perubahan atau ABT untuk mencabut pohon kelapa sawit yang berada di lahan ketahanan pangan daerah setempat.
“Untuk mencabut pohon sawit yang berada dilahan Ketahanan Pangan itu kita masih menunggu anggaran perubahan,”kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bangka Selatan Risvandika ketika dikonfirmasi wartawan.
Disampaikannya untuk total anggaran yang dibutuhkan, jumlahnya belum bisa dipastikan karena harus menunggu persetujuan pihak DPRD Bangka Selatan.
“Secara pasti belum tahu nilainya,kita tunggu keputusan tim anggaran nanti,”kata dia.
Terpisah Ketua Kelompok Tani Batang Desa Serdang Toboali Heri mengatakan dari total kawasan persawahan seluas sekitar 650 hektare, sekitar 180 hektare kini telah berubah menjadi kebun sawit.
“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, kami khawatir program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto akan sulit tercapai di Bangka Selatan,”kata Heri kepada wartawan di Toboali, Rabu (29/7).
Disampaikannya sekitar 250 warga Desa Serdang bersama 14 ketua kelompok tani pada hari Rabu (29/7) lalu mendatangi lokasi untuk meminta lahan tersebut dikembalikan sesuai fungsi awalnya sebagai kawasan pertanian pangan.
“Masyarakat minta pemda segera bertindak,jangan sampai terkesan ada pembiaran,”kata dia.
Sementara itu salah satu masyarakat Toboali Hendra mengatakan beberapa waktu lalu Tim Gabungan sudah mencabut pohon kelapa sawit yang berada di Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Desa Serdang.
“Kurang lebih 25 hektar pohon kelapa sawit sudah dicabut oleh Tim Gabungan,”katanya.
Dirinya berharap proses pencabutan pohon kelapa sawit itu dilanjutkan kembali karena melanggar aturan hingga beralih fungsi.
“Semoga dalam waktu dekat Tim Gabungan kembali melakukan pencabutan di lokasi lahan ketahanan pangan itu,”harapnya. (Tim Mr).






