Ketua Kelompok Tani Nilai Dinas Pertanian Lalai Awasi Lahan Ketahanan Pangan

Screenshot 20260731 110430 Gallery

TOBOALI,MERCUSUAR.NET,– Ketua Kelompok Tani Batang Desa Serdang Toboali Heri menilai pihak Dinas Pertanian Bangka Selatan lalai dalam mengawasi perambahan lahan ketahanan pangan yang sudah ditanami dengan pohon kelapa sawit di kawasan Bendungan Mentukul dan Desa Serdang.

“Seharusnya Dinas Pertanian mencegah dan mengawasi lahan ketahanan pangan di wilayah Bangka Selatan ini,”kata Heri kepada wartawan.

Bacaan Lainnya

Disampaikannya pernyataan Kepala Dinas Pertanian Bangka Selatan yang menyatakan persoalan perambahan lahan ketahanan pangan ini belum lama terjadi sangat melukai perasaan anggota kelompok kami.

“Persoalan perambahan lahan ketahanan pangan ini sudah terjadi sejak Tahun 2021 lalu dan diketahui oleh Dinas terkait,”katanya.

Menurut Heri Dinas Pertanian harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan anggota kelompok tani di daerah ini.

“Karena telah menyampaikan informasi yang tidak sesuai fakta di lapangan,”ujarnya.

Ia mengatakan dirinya bersama anggota Kelompok Tani Batang telah berulang kali melaporkan dugaan alih fungsi lahan tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Saya punya data. Saya selaku Ketua Kelompok Tani bersama anggota kelompok berharap ada sanksi hukum. Karena menurut saya kejadian ini sudah lama sekali,” ujarnya.

Dirinya berharap dinas Pertanian memberikan klarifikasi tentang informasi yang disampaikan di media kemarin agar pokok masalah dapat diselesaikan dengan baik dan benar.

“Jangan sampai timbul istilah lempar batu sembunyi tangan,”harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Selatan Risvandika mengatakan persoalan perambahan lahan ketahanan pangan itu baru terjadi belum lama.

“Sejak adanya transaksi jual beli oleh penjual yang tidak jelas identitasnya,”kata Risvandika beberapa waktu lalu kepada wartawan.(Tim Mr).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *