TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Kepala Dinas Koperasi,UKM,Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka Selatan Deka Indra mengatakan hingga saat ini belum menemukan penyebab kenaikan harga daging ayam di pasar Tradisional Toboali yang terjadi saat ini.
“Kita masih menunggu Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk berkoordinasi dengan pihak distributor,”kata Deka ketika dikonfirmasi wartawan di Toboali.
Disampaikannya masyarakat Bangka Selatan diharapkan dapat bersabar dan menunggu hasil penyebab kenaikan harga daging ayam ini.
“Semoga tidak ada kendala lagi,”kata dia.
Menurut Deka ada beberapa langkah untuk menghindari dampak kenaikan harga daging ayam itu seperti melakukan diversifikasi sumber protein yang lain.
“Beralih jenis daging,misalnya daging bebek atau sapi dan yang paling tepat itu harus bijak dalam berbelanja kemudian manfaatkan moment saat operasi pasar murah,”kata dia.
Ia mengatakan sebagai pihak pemerintah,sifatnya dinas hanya sebatas melakukan koordinasi tidak punya kewenangan lain.
“Pemerintah itu sifatnya koordinasi,titik,”kata Deka.
Ketika disinggung apakah ada permainan dari pihak distributor,Deka mengatakan tidak mengetahui secara pasti.
“Sekali lagi,tugas pemerintah itu sifatnya hanya koordinasi,”kalau ada permainan distributor,saya tidak tahu,”ujarnya.
Sementara itu salah satu masyarakat Toboali yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan kenaikan harga daging ayam ini karena sudah diatur oleh salah satu pihak.
“Ada yang mengatur dan menciptakan kondisi seperti ini,seperti ada monopoli,”kata dia.
Dirinya berharap pemda Bangka Selatan tidak tinggal diam dan segera melakukan upaya untuk mengendalikan harga daging ayam ini.
“Semoga pemkab Bangka Selatan dan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung kompak menyelesaikan persoalan ini agar harga daging ayam dan kebutuhan pokok masyarakat stabil,”harapnya. (Tim Mr).






