TOBOALI, MERCUSUAR.NET,- Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bangka Selatan, Lucy Desta Randa yang akrab disapa Kiki Lim, menyayangkan dugaan sikap arogansi Kepala Desa Nangka, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, Bayumi, terhadap salah seorang warganya.
Kiki Lim menilai, seorang kepala desa semestinya hadir sebagai pengayom masyarakat serta mampu menciptakan rasa aman bagi warga yang dipimpinnya.
Menurutnya, apabila dugaan tindakan kekerasan dan intimidasi tersebut benar terjadi, maka sikap tersebut dinilai tidak mencerminkan keteladanan seorang pemimpin di tingkat desa.
“Saya sangat menyayangkan kalau benar terjadi tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap warga oleh kepala desa. Kepala desa itu seharusnya menjadi pengayom masyarakat, bukan justru membuat warga merasa tertekan atau takut,” ujar Kiki Lim, Rabu (26/8/2026).
Kiki mengatakan, setiap persoalan yang terjadi antara pemerintah desa dan masyarakat sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik serta mengedepankan prinsip musyawarah.
Ia menegaskan, perbedaan pendapat maupun persoalan pribadi tidak semestinya berujung pada dugaan tindakan kekerasan atau intimidasi terhadap masyarakat.
“Kita berharap setiap persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui musyawarah. Pemerintah desa harus menjadi contoh dalam menjaga ketertiban dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat,” katanya.
Kiki juga mengingatkan agar seluruh pihak mengedepankan sikap saling menghormati dalam menyelesaikan setiap persoalan, sembari menunggu kejelasan mengenai dugaan peristiwa tersebut.
“Kalau ada persoalan, mari diselesaikan secara baik-baik. Jangan sampai masyarakat merasa takut untuk menyampaikan pendapat atau persoalannya kepada pemerintah desa,” pungkasnya.(Tim Mr).






