Masyarakat Apresiasi Pemda Bangka Selatan Raih WTP Tujuh Kali Beruntun

Screenshot 20260627 014420 Chrome

TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Sejumlah masyarakat Toboali memberikan apresiasi kepada pemda Bangka Selatan usai meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian(WTP) dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) sebanyak tujuh kali secara beruntun dan hal ini menunjukkan bukti konsistensi pemerintah daerah dalam mengelola keuangan secara akuntabel.

Salah satu warga Toboali, Ibrahim, mengatakan raihan Opini WTP tujuh kali berturut-turut patut diapresiasi. Namun penghargaan tersebut harus dibarengi dengan komitmen untuk terus bekerja dan memperbaiki berbagai kekurangan.

Bacaan Lainnya

“Yoo waa, walaupun sudah tujuh kali dapat predikat Opini WTP dari BPK, jangan terlena,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah daerah telah berupaya mengelola anggaran demi kepentingan masyarakat,persoalan seperti gangguan distribusi air dari UPT PAM dan berhentinya operasi Bianglala yang sempat hutang miliaran rupiah kepada pihak ketiga itu merupakan hal yang masih bisa dimaklumi karena berkaitan dengan kerusakan peralatan.

“Kalau masalah Bianglala dan air PAM yang macet itu wajar, namanya mesin pasti bisa rusak. Tapi hiburan artis untuk masyarakat berjoget jelas membuat sebagian warga bahagia,” katanya.

Ibrahim berharap pola pengelolaan anggaran yang dinilai baik tersebut dapat terus dipertahankan sehingga Bangka Selatan mampu kembali meraih Opini WTP untuk kedelapan kalinya pada tahun mendatang.

“Terus pertahankan,Jangan peduli kritik yang tidak membangun,itu hanya suara dari barisan orang sakit hati,” ujarnya.

Senada dengan warga lainnya Rosman menilai predikat Opini WTP bukanlah penghargaan yang mudah diraih,keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh organisasi perangkat daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik.

“Misalnya sinergi antara Dinas Pertanian, Dinas PUPR, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dalam mendukung investasi, baik di sektor perkebunan maupun pembangunan pabrik kelapa sawit, meski masih terdapat sejumlah kendala di lapangan,itu hal lumrah,”katanya.

“Predikat ini merupakan hasil kerja tim yang saling berkoordinasi,lalu perselisihan antara masyarakat dilahan perkebunan itu juga lumrah,nanti redam dengan sendirinya,”lanjut dia.

Rosman juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak larut dalam euforia atas capaian itu sebab mempertahankan prestasi jauh lebih berat dibandingkan meraihnya.

“Yang sulit itu mempertahankan. Jadi tetap semangat, tetap bekerja dan terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” harapnya.(Tim Mr).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *