TOBOALI,MERCUSUAR.NET,– Di tengah berbagai persoalan yang masih membelit Kabupaten Bangka Selatan, kehadiran Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam rangkaian kegiatan Kemilau Pesona, Jumat (25/9) malam, diharapkan tidak sekadar menjadi momentum keagamaan namun juga dapat mengetuk hati para pemimpin daerah ini sehingga membawa perubahan dan kesejahteraan bagi rakyat di Negeri Beribu Pesona.
Sejumlah masyarakat Toboali berharap siraman rohani yang disampaikan UAS mampu menggugah kesadaran para pemimpin daerah untuk melihat lebih dekat berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat.
“Semoga ceramah atau tausiah Ustaz Abdul Somad membawa makna penting demi kemajuan daerah ini,” kata salah satu masyarakat Toboali Amsan kepada wartawan di Toboali,Jumat (25/9).
Menurut Amsan kehadiran UAS dinilai menjadi momentum yang tepat ketika Bangka Selatan tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi keuangan daerah hingga persoalan ekonomi masyarakat.
“Berbagai persoalan sedang dihadapi Pemda Bangka Selatan, mulai dari defisit anggaran hingga perekonomian masyarakat yang sedang lesu saat ini,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Aisah warga Toboali berharap pesan-pesan keagamaan yang disampaikan UAS tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi mampu menjadi refleksi bagi para pemimpin dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Kita semua berharap usai ceramah nanti ada perubahan bagi kemajuan daerah ini,” harapnya.
Ia menilai sejumlah persoalan pembangunan masih membutuhkan perhatian serius, kebijakan pemerintah semestinya semakin diarahkan pada kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
“Anggaran daerah yang defisit serta kebijakan yang pro rakyat dirasakan masih perlu dibenahi,” katanya.
Lebih lanjut Aisah katakan sejumlah persoalan pembangunan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat, terutama menyangkut lapangan kerja, investasi, efektivitas penggunaan APBD hingga pembangunan infrastruktur.
“Ada beberapa kegiatan pembangunan yang tidak menyentuh langsung kebutuhan primer masyarakat, misalnya lapangan kerja, investasi yang bermasalah serta APBD yang tidak efektif dan efisien,” ujarnya.
Ia berharap momentum kedatangan UAS dapat menjadi ruang introspeksi bersama, khususnya bagi para pemimpin dan pengambil kebijakan agar lebih peka terhadap persoalan masyarakat.
“Berbagai persoalan itu tentu dapat diselesaikan kalau para pemimpin atau pengambil kebijakan benar-benar pro dengan rakyat,” katanya.
Ia kemudian menyinggung sejumlah persoalan yang dinilainya menjadi gambaran tantangan pembangunan di Bangka Selatan.
“Bayangkan saja, wahana permainan Bianglala yang menghabiskan anggaran puluhan miliar tidak berfungsi hingga saat ini lalu kerusakan jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat belum juga dibenahi,”ungkapnya.
Selain pembangunan fisik, ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Keterbukaan informasi yang masih tertutup menjadi salah satu potret pembangunan di daerah ini. Sekali lagi, kami berharap kehadiran Ustaz Abdul Somad bisa memberikan efek nyata bagi pembangunan daerah ini,” harapnya.
Bagi masyarakat, kedatangan UAS bukan hanya tentang lantunan tausiah di atas panggung. Lebih jauh, momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah pada akhirnya harus kembali bermuara pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah persoalan anggaran, ekonomi, infrastruktur dan tuntutan keterbukaan, warga kini berharap pesan perubahan itu tidak berhenti ketika mikrofon dimatikan dan panggung Kemilau Pesona berakhir.
(Tim Mr).






