TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 ini mencoret puluhan ribu data warga Bangka Selatan yang berstatus sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan hingga menimbulkan kegelisahan di tengah kehidupan masyarakat.
“Awalnya kita menerima sebanyak 44.775 jiwa warga Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan pada November 2025 lalu berkurang menjadi 10.000 jiwa pada awal tahun 2026 ini,”kata Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Eddial Bustamil ketika dikonfirmasi wartawan di Toboali,Senin(2/2).
Ia mengatakan dengan kejadian ini pihaknya harus menyisihkan anggaran lain untuk menutupi kebutuhan kesehatan masyarakat ini.
“Sekitar satu miliar lebih kita siapkan untuk menutupi kebutuhan ini,”katanya.
Salah satu masyarakat Toboali Anwar mengatakan dengan kejadian ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan dan opini di tengah kehidupan masyarakat.
“Apa yang terjadi pada daerah ini hingga pihak Provinsi mencoret puluhan ribu jumlah PBI BPJS Kesehatan ini padahal kita sangat membutuhkan bantuan ini,”kata dia.
Ia mengatakan kalau bantuan ini tidak dicoret maka anggaran bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lain dan meringankan beban pengeluaran anggaran pada pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Semoga kejadian ini tidak berdampak pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat,”harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ria Agustine belum memberikan keterangan terkait dengan penghapusan puluhan ribu peserta PBI BPJS Kesehatan warga Bangka Selatan ini.(Tim Mr).






