TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Amblasnya Pelabuhan Sadai Bangka Selatan hingga saat ini masih menimbulkan tanda tanya dikalangan masyarakat Toboali dan sekitarnya apakah karena faktor usia atau overload muatan kelapa sawit.
“Banyak juga Pelabuhan di daerah lain tidak pernah sampai amblas atau roboh hanya di pelabuhan Sadai ini yang sampai roboh,aneh juga,”kata salah satu masyarakat Toboali Eki kepada wartawan.
Dirinya menyampaikan dugaan kuat amblasnya Pelabuhan itu disebabkan overload muatan kalau faktor usia hampir semua Pelabuhan di daerah ini usianya sudah sangat lama namun tidak ada yang roboh.
“Belum pernah kita mendengar adanya Pelabuhan amblas atau roboh di daerah ini kalau muatan tidak lebih,”katanya.
Senada dengan warga Desa Sadai yang namanya enggan disebutkan mengatakan
ambruknya dermaga dipicu oleh patahnya tiang besi penyangga utama. Tiang tersebut posisinya berada tepat di area masuk saat kapal hendak bersandar dan menaikkan penumpang/kendaraan.
“Patah tiang besi pas untuk kapal datang masuk naik ke dermaga,”kata dia.
Dirinya menduga ambruknya dermaga ini disebabkan oleh adanya truk pengangkut sawit yang membawa muatan berlebih (overload). Kondisi dermaga yang memang sudah dimakan usia membuat struktur besi tangga tidak lagi kuat menahan beban yang terlampau berat.
“Rusaknya dermaga itu diduga mobil sawit muatan kebanyakan, sampai besi tangga tidak tertahan. Apalagi dermaga itu sudah tua,”ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan Benny Supratama mengatakan penyebab amblasnya jembatan gerak itu karena faktor usia.
“Selain karena faktor usia juga disebabkan oleh korosi lingkungan,”kata dia.
Ketika disinggung apakah karena overload muatan sawit dirinya enggan memberikan jawaban ketika dikonfirmasi wartawan untuk keberimbangan berita.(Tim Mr).






