APBD Bangka Selatan 2026 Terjun Bebas

Screenshot 20260901 111659 Gallery

TOBOALI,MERCUSUAR.NET,- Arah keuangan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kembali menjadi sorotan. Pendapatan daerah dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 mengalami penurunan hingga belasan miliar rupiah seperti terjun bebas.

“Kalau melihat dari naskah perubahan,pendapatan itu nilainya berkurang mencapai belasan miliar dari APBD induk Tahun 2026 ini,” ujar salah satu pejabat Bangka Selatan yang meminta namanya enggan disebutkan saat dikonfirmasi wartawan di Toboali.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan berdasarkan data dalam naskah perubahan anggaran, pendapatan daerah yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp829.464.454.802,93 mengalami penurunan menjadi Rp818.947.810.018,93.

“Artinya,pendapatan daerah berkurang sekitar Rp10,52 miliar,”kata dia.

Ia mengatakan perubahan juga terjadi pada sisi belanja daerah, yang sebelumnya mencapai Rp869.046.506.823,55 berubah menjadi Rp823.418.465.923,69.

“Dengan perubahan yang sangat besar itu tentu banyak perencanaan daerah yang tidak bisa direalisasikan karena anggaran yang terbatas,”ujarnya.

Menurutnya perubahan yang paling mencolok terlihat pada angka defisit daerah yang tercatat sebesar Rp39.582.052.020,62 pada APBD induk 2026.

“Namun dalam anggaran perubahan angka tersebut menyusut drastis menjadi hanya Rp4.470.655.904,76.
Dengan demikian, defisit daerah berkurang sekitar Rp35,11 miliar,”katanya.

Sementara itu salah satu masyarakat Toboali Reza menilai perubahan besar pada APBD 2026 patut menjadi perhatian publik karena berkurangnya kemampuan anggaran daerah berpotensi memberikan dampak terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan.

“Dampaknya sangat banyak,Selain lambatnya pembangunan daerah, tingkat kesejahteraan masyarakat juga bisa terganggu,”kata Reza.

Ia mempertanyakan penyebab turunnya pendapatan daerah dalam jumlah cukup besar dalam APBD Perubahan Tahun 2026 ini.

“Perubahan pendapatan yang berkurang sangat besar ini tentu menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat,”katanya.

Sementara itu beberapa pihak terkait pejabat Bangka Selatan dalam upaya konfirmasi untuk mengetahui penyebab turunnya pendapatan dan belanja daerah pada APBD Perubahan 2026 ini untuk keberimbangan berita.(Tim Mr).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *