TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Pihak DPRD Bangka Selatan akan memanggil pihak perusahaan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan permasalahan lahan warga Desa Jeriji yang telah ditanam sawit beberapa tahun lalu yang tak kunjung selesai.
“Dalam waktu dekat Pihak perusahaan dan OPD terkait akan kita panggil untuk menjelaskan duduk persoalan lahan yang tak kunjung selesai itu,”kata Wakil Ketua II DPRD Bangka Selatan Rusi Sartono ketika dikonfirmasi wartawan usai menerima perwakilan Masyarakat Desa Jeriji di Kantor DPRD setempat di Toboali,Senin(3/8).
Disampaikannya persoalan lahan milik warga Jeriji kurang lebih seluas 463 hektar itu belum ada titik temu antara warga dan pihak perusahaan.
“Berdasarkan keterangan warga Desa Jeriji tadi mereka meminta pihak DPRD Bangka Selatan sebagai mediator sengketa lahan itu,”kata dia.
Menurut Politisi muda partai Gerindra ini persoalan lahan ini sudah lama terjadi dan hingga sekarang belum ada titik temu antara warga dan pihak perusahaan.
“Langkah yang diambil masyarakat sudah sangat baik dengan meminta pihak DPRD menjadi mediasi soal sengketa lahan ini,dalam waktu dekat kita akan segera agenda Rapat Dengar Pendapat dengan pihak- pihak yang bersengketa,”ujarnya.
Sementara itu Mimik Sugiarto mengatakan kedatangan perwakilan warga Ke Gedung DPRD Bangka Selatan ini untuk meminta wakil rakyat ini menjadi mediator sengketa lahan yang terjadi saat ini.
“Beberapa kali kami lakukan mediasi dengan pihak desa hingga pihak dinas kabupaten ini belum membuahkan hasil,”kata dia didampingi Alwan.
Dirinya berharap pihak Legislatif dapat menjadi mediasi sengketa lahan ini hingga ada titik terang dan tidak menimbulkan keresahan bagi warga.
“Beberapa pihak yang bersengketa dengan lahan itu antara PT.Fenyen Agro Lestari (FAL) dan Den Den serta Acu,”ungkapnya.(Tim Mr).






