Dr. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha Nilai Gus Hery Haryanto Azumi Mampu Bawa NU Menjadi Kekuatan Peradaban Dunia

Screenshot 20260530 231653 Samsung Notes 1

JAKARTA,MERCUSUAR.NET,-Dr. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha menilai Gus Hery Haryanto Azumi Mampu membawa Nahdlatul Ulama(NU) menjadi Kekuatan Peradaban Dunia karena memiliki jiwa Kepemimpinan yang Berpikir Strategis, Ilmiah, dan Visioner menuju abad kedua ini.

“Saya melihat Gus Hery Haryanto Azumi sebagai salah satu kader Nahdlatul Ulama yang memiliki kapasitas dan visi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Yang menarik dari Gus Hery adalah keberaniannya berbicara mengenai masa depan NU dalam horizon yang panjang. Ia tidak hanya memikirkan bagaimana organisasi berjalan hari ini, tetapi juga bagaimana NU dapat memainkan peran yang lebih besar dalam pendidikan,ekonomi,pengembangan teknologi,diplomasi internasional dan pembangunan sumber daya manusia pada puluhan tahun mendatang,”kata Tjokorda kepada wartawan.

Disampaikannya Gagasan tentang penguatan pendidikan berbasis sains dan teknologi, pengembangan generasi muda Nahdliyin yang berdaya saing global, serta pentingnya membangun kemandirian ekonomi umat menunjukkan adanya cara pandang yang strategis dan berorientasi masa depan.

“Saya meyakini bahwa abad kedua NU memerlukan pemimpin yang mampu menjembatani dunia pesantren dengan dunia ilmu pengetahuan modern. Pemimpin yang memahami tradisi, tetapi tidak takut pada perubahan. Pemimpin yang menghormati warisan para ulama, namun
juga mampu mempersiapkan generasi baru untuk menghadapi tantangan global,”ujarnya.

Menurut Calon Jaksa Agung ini Dalam berbagai pemikiran dan aktivitasnya, saya melihat Gus Hery menunjukkan komitmen terhadap arah tersebut. Ia memahami bahwa kebesaran NU tidak boleh hanya diukur dari jumlah pengikutnya, tetapi juga dari kualitas kontribusinya terhadap kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan.

“Sebagai bangsa yang sedang menuju Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan organisasi-organisasi besar yang mampu melahirkan pemimpin berwawasan jauh ke depan.Dan saya melihat bahwa NU memiliki peluang besar untuk memainkan peran tersebut apabila dipimpin oleh figur yang memiliki visi transformasi, kemampuan membangun kolaborasi, dan keberanian melakukan pembaruan secara terukur. Karena itu, saya memandang Gus Hery Haryanto Azumi sebagai salah satu figur muda Nahdliyin yang layak mendapat perhatian dan kepercayaan dalam proses regenerasi kepemimpinan NU. Bukan semata karena faktor usia, melainkan karena kapasitas intelektual, pengalaman organisasi, jejaring yang luas,serta visinya untuk membawa NU menjadi kekuatan peradaban yang semakin berpengaruh pada abad kedua ini,”kata dia.

Ia mengatakan pemimpin NU abad kedua harus memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan ilmu pengetahuan,teknologi, ekonomi, dan tantangan global yang akan dihadapi generasi mendatang.

“Kepemimpinan seperti ini tidak hanya dibutuhkan untuk mengelola organisasi, tetapi juga untuk mempersiapkan NU menjadi salah satu kekuatan peradaban dunia,”kata dia.

Dirinya menjelaskan Nahdlatul Ulama merupakan salah satu kekuatan sosial-keagamaan terbesar yang pernah dimiliki Indonesia. Selama satu abad perjalanannya, NU telah membuktikan bahwa agama dapat menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan bangsa, penguatan persatuan nasional, dan kemajuan peradaban. Sebagai akademisi yang menaruh perhatian pada pembangunan berkelanjutan,

“Tantangan abad ke-21 berbeda secara fundamental dibandingkan masa-masa sebelumnya. Dunia sedang menghadapi perubahan besar yang ditandai oleh revolusi teknologi, perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, transformasi ekonomi global, serta perkembangan ilmu pengetahuan yang berlangsung sangat cepat,”katanya.

Dirinya berharap Nahdlatul Ulama terus berkembang sebagai organisasi yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, ilmu pengetahuan, dan kemajuan sosial demi terwujudnya Indonesia yang maju, berkeadaban, dan berdaya saing global.

“Dalam konteks itu, organisasi besar seperti NU tidak cukup hanya menjadi penjaga tradisi dan moralitas umat. NU juga harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan sumber daya manusia, inovasi sosial, dan pembangunan peradaban yang berkelanjutan. Karena itu, NU memerlukan kepemimpinan yang mampu melihat masa depan dalam perspektif yang lebih luas dan strategis,”harapnya.(Tim Mr).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *