Kawasan Wisata Air Panas Nyelanding Ramai Dipadati Warga Saat Momen 1 Muharam 

Screenshot 20260616 153343 TikTok

TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Suasana kebersamaan terlihat di kawasan pemandian air panas alami Desa Nyelanding, Kabupaten Bangka Selatan, saat ribuan masyarakat memanfaatkan momen Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat, Selasa (16/6).

Sejak pagi hingga sore hari, kawasan wisata yang menjadi salah satu ikon desa tersebut dipadati pengunjung dari berbagai wilayah di Bangka Belitung. Selain menikmati pemandian air panas, masyarakat juga menjadikan momentum ini sebagai ajang silaturahmi.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga Toboali Anisa mengaku bersyukur dapat berkumpul bersama keluarga besar pada perayaan Tahun Baru Islam tahun ini.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa berkumpul bersama sanak keluarga di Desa Nyelanding dalam momen Tahun Baru Islam ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, warga Desa Nyelanding telah menyiapkan berbagai hidangan untuk menyambut para tamu yang datang dari berbagai daerah.

“Saudara saya yang tinggal di Sungailiat Kabupaten Bangka Induk juga hadir di sini,” katanya.
Sementara itu, warga lainnya,

Burhan menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat setempat.

Menurutnya perayaan tersebut tidak hanya menjadi sarana mempererat tali persaudaraan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

“Tradisi ini sudah lama berlangsung dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Desa Nyelanding,” ujarnya.

Burhan berharap tradisi yang memiliki kemiripan dengan budaya Sepintu Sedulang itu tetap dilestarikan. Salah satu ciri khasnya adalah penyajian ayam kampung dan ketan pulut dalam setiap jamuan kepada tamu yang hadir.

“Semoga tradisi ini terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari peringatan 1 Muharam di Bangka Selatan,” harapnya.

Perayaan 1 Muharam di Desa Nyelanding setiap tahunnya memang menjadi salah satu agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat karena mampu menghadirkan suasana kekeluargaan, kebersamaan, dan pelestarian tradisi lokal yang tetap terjaga hingga saat ini.
(Tim MR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *