TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Manajer PKS PT.BSSP David bungkam alias tutup mulut terkait dugaan adanya permainan harga Tandan Buah Segar (TBS) milik petani sawit di Kecamatan Simpang Rimba.
“Baru kali ini pihak pabrik bicara mengenai kapasitas mesin sebelumnya tidak pernah,mungkin ini hanya alasan saja menolak TBS Masyarakat,mungkin spekulasi pabrik untuk mainkan harga,”kata salah satu masyarakat Simpang Rimba Sarjono kepada wartawan di Toboali,Rabu(12/5).
Dirinya mengatakan kalau bicara kapasitas mesin kenapa tidak dari dulu sebelum adanya ketetapan harga yang ditetapkan oleh pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu lalu.
“Jangan banyak alasan,kalau tidak mau beli TBS Masyarakat,”kata dia.
Menurutnya permainan perusahaan kalau mau untung banyak memang banyak mulai dari kapasitas pabrik hingga isu kebun masyarakat di wilayah kawasan.
“Ujung-ujungnya pasti mau untung banyak,sebab daripada buah sawit busuk tidak laku maka dengan harga berapapun masyarakat akhirnya menjual TBS itu,”kata dia.
Dirinya berharap pihak pemda turun tangan mengatasi masalah ini agar masyarakat sebagai petani sawit tidak merasa dirugikan dengan keputusan sepihak dari perusahaan ini.
“Semoga pemda Bangka Selatan sebagai pemilik kewenangan serius mengatasi masalah ini sehingga masyarakat petani kelapa sawit tidak dirugikan,”harapnya.
Terpisah Kepala Dinas Pertanian,Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan Risvandika mengaku hanya berhubungan masalah perkebunan saja.
“Untuk lebih jelas bisa menghubungi pihak PTSP Bangka Selatan,”katanya.
Sementara itu Manajer PT BSSP David belum memberikan keterangan ketika dikonfirmasi wartawan mengenai adanya dugaan permainan harga TBS ini untuk keberimbangan berita.(Tim Mr).





