TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Momen Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas),sejumlah masyarakat Toboali berharap kepada pemerintah daerah sebagai leading sektor dunia pendidikan menghapus peristiwa kekerasan atau bullying tidak ada lagi di setiap sekolah yang ada di daerah setempat.
“Pemerintah Daerah mempunyai tanggung jawab dan menjamin generasi muda untuk bebas dari bullying dengan aksi nyata dan bukan hanya sebatas wacana,”kata salah satu masyarakat Toboali Anita kepada wartawan di Toboali,Selasa(5/5).
Disampaikannya peristiwa bullying yang menyebabkan salah satu siswa meninggal dunia terjadi beberapa waktu lalu di satu sekolah masih lekat dalam ingatan masyarakat.
“Hal itu tidak boleh terjadi lagi di daerah ini,”pesannya.
Ia mengatakan terkait dengan ajakan Kepala Daerah kepada seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktip dalam ekosistem pendidikan ini tanpa ada sistem pelaporan yang jelas maka dapat dikatakan hanya sebatas seremonial.
“Penuntasan kasus kekerasan atau bullying ini harus tegas dan langsung aksi dilapangan bukan hanya retorika belaka,”katanya.
Senada disampaikan Feri isu kekerasan dalam lingkungan sekolah ini harus menjadi sorotan utama sebab pendidikan ini adalah investasi jangka panjang.
“Semoga peringatan Hardiknas 2026 di daerah ini memberikan bukti nyata keseriusan pemda dalam dunia pendidikan,”harapnya. (Tim Mr).





