TOBOALI,MERCUSUAR.NET,-Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan menegaskan komitmennya dalam membina Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sesuai dengan jenis usaha yang dikembangkan para petani.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan Risvandika mengatakan berbagai jenis usaha pertanian dijalankan kelompok tani, mulai dari sektor pertanian hingga peternakan, tergantung kondisi dan potensi lahan yang dimiliki masyarakat.
“Berbagai macam jenis usaha pertanian dilakukan oleh para petani yang tergabung dalam kelompok tani, tergantung dengan situasi lahan, bisa juga di bidang peternakan,” kata Risvandika saat dikonfirmasi wartawan di , Kamis (21/5).
Ia menjelaskan, merupakan gapoktan yang sudah lama berdiri dan saat ini menaungi sekitar 25 kelompok tani.
“Ada 25 kelompok tani bergabung dalam Gapoktan Hamparan Rezeki Desa Jeriji itu,” ujarnya.
Menurut dia, setiap kelompok tani mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian sesuai bidang usaha yang dijalankan oleh masing-masing petani.
“Ada penyuluhan dilakukan oleh pihak dinas untuk membina para petani itu,” katanya.
Terkait adanya petani yang tergabung dalam Gapoktan Hamparan Rezeki Desa Jeriji yang menjual lahan kepada perusahaan kelapa sawit, Risvandika menegaskan hal tersebut bukan menjadi kewenangan dinas.
“Kalau masalah menjual lahan itu bukan ranah kami,” tegasnya.
Ia juga menyebut pihak dinas tidak memiliki kewenangan untuk memberikan saran maupun imbauan terkait jual beli lahan karena tidak ada aturan khusus yang mengatur persoalan tersebut.
“Sebab tidak ada aturan yang mengatur jual beli lahan itu,” ungkapnya.
(Tim Mr)





